HAPPINESS

Sabtu, 21 Februari 2015

Rindu

Tuhan, terimakasih telah mempertemukan aku dan dia
Dia telah menghadirkan tulisan indah di kertas ini
Kertas ini seakan hidup dan bercerita

Kertas ini bukan lagi kertas yang dipenuhi angka
Bukan lagi yang dipenuhi rumus fisika
Atau bahkan dipenuhi tulisan aneh tentang biologi

Sekarang kertas ini ditulisi hal indah
Sajak tentang indahnya cinta seorang manusia
Cerita tentang bagaimana konyolnya hidup ini

Tuhan, aku bahagia begitupun kertas ini
Tolong jangan kau ingatkanku tentang dia
Ingatan tentang siapa dia sebenarnya

Aku tahu dia hanya angin
Pemberi kesejukan lalu menghilang
Tanpa bekas

Semua benar terjadi
Dia pergi, kertas-kertas itu terbang bersamanya
Yang tinggal hanya debu yang menusuk mata ini

Mencoba memulai kertas yang baru
Namun mengapa kertas ini tak mengenal keindahan?
Angka, angka, angka

Membuat kepala ini pecah
Perhitungan, membuat orang yang membaca benci
Kertas yang baru sungguh seperti setan

Tuhan, tolong kembalikan dia
Kembalikan tulisan indah itu
Aku merindukannya



Dear Allah SWT dan hembusan angin di daerah istimewa.


Kamis, 19 Februari 2015

Pencipta Cinta

Cinta
Aku sangat mengenalnya
Sering merasakannya
Tapi tak pernah kulihat seperti apa fisiknya

Perasaan dimana mata ini kosong
Hati ini berteriak teriak
Pikiran ini melayang dan mulut tersenyum

Cinta tak mengenal sopan santun
Datang tanpa mengenal salam
Pergi meninggalkan sesak

Mencintai orang yang sudah dicintai
Mencintai orang yang tak ada waktu mencintai
Mencintai orang yang tak peduli akan cinta

Mengapa cinta harus diciptakan?
Seenaknya datang untuk pergi
Apa cinta diciptakan untuk menyakiti?

Aku tak percaya kekekalan cinta pada manusia
Mencintailah sewajarnya pada sebangsamu
Karna pada akhirnya cinta itu akan pergi

Cinta yang kekal itu ada
Cinta terhadap pencipta cinta
Cinta kepada cinta harus dikembalikan

Cinta kepada-Nya


Selasa, 10 Februari 2015

Teruntuk hujan

Senin, 9 Februari 2015
    Sahabat, bagaimana kabarmu? Hari ini hujan melanda jakarta sehari penuh. Banjir?? Sudah pasti bencana itu terjadi, tahu kah kami sahabat, berapa volume hujan hari ini? Kurasa kau tidak akan pernah bisa menghitungnya. Sahabat, aku sangat merindukanmu. Rasa rindu ini bahkan melebihi volume hujan diJakarta hari ini.
     Sahabat, ingatkah kamh apa yang kita lakukan dimusim hujan pada bulan November 2013 petang? Aku masih sangat mengingatnya, bahkan jika peristiwa itu ditanyakan di soal UN 2015 aku optimis akan mendapat nilai sempurna. Hari itu kita akan melakukan latihan kesenian untuk pembukaan RAIDA DKI Jakarta 2013 selaku calon pesertanya, sepulang sekolah kau mengantarkanku pulang lalu kita makan bersama dirumahku. Aku beeganti baju sedangkan kau masih memakai seragam w abu-abu. Sore itu cukup cerah makanya kita tidak membawa perlengkapan hujan seperti jas hujan atau payung namun diperjalanan menuju kesekolah untuk menepati perjanjian berkumpul gerimis kecil mulai turun lalu kau lebih cepat menarik gas swpeda motormu hingga kita sampai disekolah.
       Disekolah sudah banyak anggota pramuka yang menunggu kita dan tanpa menunggu lama lagi kita semua langsung bergegas ke KWARCAB karna memang waktunya sudah cukup mepet. Sayang sekali disaat-saat darurat seperti ini jalanan Menceng malah macet dan membuat kita mengambil jalan pintas lewat perkampungan. Gas semakin kencang kau tarik, jujur aku lumayan ngeri diboncengi kau, tiba-tiba kau mengerem mendadak saat aku melihat kedepan ternyata kau hampir menabrak ayam milik warga untung sajanayam itu tidak jadi tertabrak jika sebaliknya aku tak tahu deh apa yang warga kampung lakukan pada kita.
        Kita sudah tertinggal dari rombongan, aku mencoba menelpon rombongan satu persatu dan akhirnya kita sepakat untuk bertemu di KWARCAB saja toh semua sudah tahu jalan menuju KWARCAB. Langit sangatlah gelap angin sedikit kencang namun saat koita melewati fly over aku merasakan angin yang lebih kencang, rasa takut ini sedikit membangkit namun aku hanya bisa diam hingga akhirnya hujan turun.
        Hujan turun dengan intensitas sedangkita masih bisa santai saja menikmati perjalanan sampai beberapa waktu, hujan mulai deras kita masih melanjutkan peejalanan untuk mencari tempat berteduh namun disepanjang jalan tak satupun kita temukan tempat berteduh. Teepaksa kita berhenti didepan rumah mewah yang didepannya terdapat pohon, ya sebenarnya pohon itu juga tidak ada efek apa-apa kita masih saja kehijanan karna pohon itu sangat kurus dengan daun yang kecil-kecil. Kau ingay mempunyai plastik dijok motor untuk mengamankan hp kita berdua lalu kita segera memasukan hp di plastik itu agar tak terkena hujan.
         Hari semakin gelap tempat beeteduh juga tidak ada, kita memutuskan untuk menerobos hujan yang deras itu, kau menyuruhku untuk lebih dekat duduknya denganmu karna takut tas yang berada di tengah-tengah kita kebasahan. Setelah kita mantap untuk melewati hujan kau langsung menarik gas sepeda motor matic berwarna biru itu. Sakit, wajah ini terasa seperti dilempari batu krikil saat hujan deras itu mengenai wajah, kau juga merasakan hal yang sama. Kita tertawa dengan suara yang gagap karna tubuh ini sudah sangat terasa dingin.

        Akhirnya kita sampai ditempat tujuan, dengan baju yang basah kuyup.

     
       Sahabat, aku selalu mengingat kenangan itu jika hujan turun. Kenangan bisa bedua denganmu, bisa berdekatan denganmu, dan kau yang memperhatikanku dengan mengkhawatirkan diriku yang nanntinya bertambah sakit jika terkena hujan.
        Aku sangat merindukanmu, rindu akan keangkuhanmu, rindu candaan yang aku lontarkan secara spontan jika bersamamu, eindu bermain berdua. Akhhhh..... Aku rindu semua tentang dirimu dan kita. Tapi sahabat, tahukah kamu rasa bahagia yang kau ciptakan sebanding dengan rasa sakit yang kau beri. Suatu hari aku telah mencapai titik lelah akibat rasa sakit yang kau beri, aku menangis sepuasku dikelas. Aku sudah tak tahan lagi. Tapi jujur aku tidak bisa marah denganmu. Aku mencoba meyakinkan diriku agar bisa marah padamu namun tetep saja aku tak bisa.
       Aku tidak langsung menyerah, aku tetap berusaha agar perasaan marah dan benci itu bangkit, namun usahaku sia-sia.
 

     Hari ini, 9 februari 2015 aku melewati kelasmu. Pandanganku langsung tertuju padamu begitupun pandanganmu, namun mataku sangat sinis melihatmu. Ya...... Itu lah usaha yang aku lakukan untuk membencimu tapi tahukah kau dilubuk hati ini tatapan itu adalah tatapan kerinduan yang cukup sakit jika terus kupendam.

      Sahabat, kenangan hujan tadi adalah bagian sangat kecil dari kenangan-kenangan kita lainnya. Aku menulis ini ditemani rintihan hujan yang semakin membuat aku merindukanmu. Apakah kau merasakan hal yang sama denganku??

Teruntuk sahabat laki-laki ku.


Kamis, 05 Februari 2015

Apakah ini bisa disebut JATUH CINTA?

Semua berawal dari ketidak sengajaan di media social Instagram, ya seperti anak remaja lainnya aku juga mempunyai media social instagram dan mengecek media tersebut setiap hari. Hari itu aku sedang bosan dan sangat mengantuk namun bukannya istirahat aku malah membuka Instagram disana ada berbagai macam foto-foto yang diunggah oleh followingku namun aku tidak bergitu jeli melihatnya karna mata ini memang sangat mengantuk tanpa tersadar aku pun tertidur pulas dengan handphone masih digenggam dan instagram masih terbuka. Aku terbangun dari tidurku dan mengecek handphone yang masih ditanganku, ternyata tertampil dilayar hpku profile instagram seseorang. Karna keisenganku aku pun melihat lihat foto-foto orang itu, fotonya sangat menarik dan keren-keren hingga terbenak difikiranku untuk mencari tahu siapa orang itu. setelah beberapa lama aku mencari tahu ternyata dia adalah teman dari teman SDku yang tak sengaja nama instagramnya terpencet olehku saat dia menjadi likers instagram teman SDku. aku penasaran dengan orang ini entah apa yang mendasari itu semua yang jelas aku ingin tahu lebih banyak tentangnya. memfollow instagramnya dan betapa senangnya saat dia mem followback aku, dari situ aku mulai mencari namanya di media social path mulai berkirim pesan dengannya meminta id line dan nomor whatsappnya sampai akhirnya obrolan-obrolan diantara kita terjadi. obrolan kita sangatlah menarik apalagi obrolan tersebut tentang sekolah, aku sangat menyukai laki-laki yang peduli akan akademiknya. tidak hanya itu kita pun saling menyemangati satu sama lain, tak jarang obrolan kami ini terjadi hingga larut malam. hampir semua foto yang dia unggah di instagram aku like dan dia pun sebaliknya. aku sangat senang bisa mengenalnya. namun hal itu tidak terjadi terlalu lama, ya bisa dibilang dia hanya angin sepoy yang numpang lewat. namun entah kenapa aku masih memimikirkan nya. aku merindukannya. tak sadar aku telah melakukan hal-hal yang bodoh, mulai dari menulis nulis namanya dibuku catatan saat guru sedang menerangkan hingga menyimpan foto-foto dirinya yang menurutku dia terlihat manis. aku juga sudah memberi kode-kode di setiap status BBMku namun entah dia yang tidak peka atau dia yang pura-pura tidak peka. beberapa hari kemudian aku mengecek instagramku dan seperti biasanya aku pasti melihat profile instagramnya, perih… mengapa tiba-tiba aku merasakan perih dan begitu sesak namun aku tak pernah merasa mempunyai penyakit sesak napas ataupun luka sehingga aku bisa mersakan perih. tidak… ini bukan urusan jasmani ini adalah urusan batin. aneh… mengapa seluruh tubuh ini terasa sngat lemas. ya… aku melihat foto bunga dan bunga tersebut di-tag pada seorang perempuan dan captionnya yang membuat aku lebih merasa lemas. dengan jeli aku melihat mencari tahu siapa perempuan itu kutelusuri semuanya dengan begitu teliti dan aku mengambil kesimpulan bahwa dia adalah kekasih dari orang yang selama ini aku rindukan. aku melepaskan handphone dari genggaman, menatap kearah langit langit sesekali aku memejamkan mata. dada ini begitu terasa sesak namun obat sesak nafas tak akan bisa menyembuhkannya. aku patah hati. keesokan harinya aku terus memikirkan orang itu, masih selalu melihat profile instagramnya, memperhatiakan status bbm nya dan semua hal bodoh yang aku lakukan padanya dulu. berminggu minggu hingga berbulan-bulan aku masih melakukan hal bodoh itu. *** Malam ini aku melakukan rutinitasku seperti biasa sebagai seorang pelajar kelas XII yang beberapa bulan lagi menyandang status mahasiswa yaitu belajar, saat sedang asik belajar tiba-tiba hpku berbunyi dengan nada dering ciri khas line segera aku mengecek handphoneku. wajah ini tiba tiba memerah dan bibir ini dengan spontan tertawa saat aku melihat nama orang itu terpampang jelas dilayar hpku. dengan semangat membara aku langsung membalas line darinya yang menanyakan kabarku. dari situ kita berbincang kembali seputar sekolah. aku sangat senang sekali malam itu. entah mimpi apa aku semalam. Dia menghilang lagi, tak ada kabar lagi, aku merindukannya lagi. Dia menghilang namun aktifitas bodohku masih terus berlanjut seperti biasa, ya bisa dibilang ini caraku agar rasa rindu ini sedikit menghilang. 3 Februari 2015, sekolahku mengadakan tryout online dadakan yang dimulai pukul 17:00 sampai 22:00 sepulang sekolah aku langsung menuju konter pulsa terdekat karna kuota internetku tidak cukup untuk mengerjakan try out, namun sayang sekali pulsa providerku sedang kosong. aku langsung mengganti status BBMku “yang jual pulsa ping dong darurat nih” aku menunggu beberapa menit tiba tiba hpku berbunyi karna aku sedang benar benar panic langsung aku buka bbm itu tanpa melihat siapa pengirimnya. “aneh, kenapa ketikannya berlogat jawa gini” pikirku, aku langsung melihat nama pengirimnya betapa terkejutnya ternyata yang mengirim pesat itu adalah orang yang selama ini aku rindukan. isi pesannya dia ingin membelikan aku pulsa spontan aku langsung tertawa kecil karna orang itu tinggal dijogja dan aku Jakarta masa aku membeli pulsa jauh jauh ke jogja lagi pula bagaimana aku membayar pulsa itu. aku menolaknya dengan candaan namun dia tetap mau menolongku aku masih ragu aku fikir dia bercanda namun ternyata dia serius. aku masih konsisten untuk menolaknya karna nominal pulsa yang aku butuhnya cukup besar namun dia tetap memaksaku. sebenarnya aku sangat tidak enak namun karna aku sangat butuh untuk try out lalu aku terima tawarannya dengan maksud aku membayar pulsa itu dengat mentransfer via bank atau mengirimkan dia pulsa juga, tapi dia menolaknya yang dia inginkan aku membayar pulsa itu nanti saat aku kuliah di Jogja. aku sebenarnya sangat tidak enak hati namun aku sangat membutuhkan pulsa ini dan aku menerima tawarannya. AKU SANGAT SENANGGGGG!!! orang yang selama ini aku rindukan menjadi orang yang menolongku saat aku sangat membutuhkan pertolongan. sejenak aku melupakan wajah wanita itu. ya wanita yang memiliki orang yang sangat aku sayangi. kesempatan ini tak akan aku buang sia sia, kita berkirim pesan hingga larut malam, aku bersyukur kepada Allah SWT. karna telah mengizinkan ku berkomunikasi dengannya lagi setelah sekian lama kita tak berkabar. aku merasa menjadi orang paling bahagia malam itu. Aku sangat ingin bertemu dengannya, bertemu orang yang selama ini selalu aku fikirkan. selama ini kita hanya bisa berkomunikasi lewat social media tak pernah bertatap muka karna jarak memisahkan kita, aku di Jakarta dia di Yogyakarta. namun nama dia selalu kusebut dalam setiap solat wajibku. memohon pada Tuhan agar dapat menjodohkan ku dengan orang itu. Aku sangat mencintai orang itu mekipun hanya cinta yang tak mungkin terbalas atau terungkapkann namun aku dengan ikhlas tetap akan mencintainya.